Tuesday, August 16, 2016

Berlari Mengejar Sunset di Pantai Gading


pantai gading mataram lombok


Pantai Senggigi, Kuta Lombok, Tanjung Aan dan pantai-pantai tenar lainnya memang banyak digandrungi wisatawan lokal dari luar Pulau Lombok. Bahkan dari berbagai penjuru dunia. Namun nggak semua pantai di Lombok begitu, misalnya Pantai Gading. Bukan, bukan nama negara di Afrika yang melahirkan pemain bola ternama Didier Drogba. Tapi ini beneran pantai. Nggak tau kan? Padahal ini ada di Lombok lho. Tepatnya di daerah Pagutan, Mataram.

Kalem, awalnya saya pikir juga itu nama negara. Wajar sih, pantai ini jarang terekspos di social media. Sebenarnya pantai ini ramai, apalagi kalau weekend. Tapi yang bikin ramai itu bukan orang jauh, alias pribuminya sendiri. Orang Lombok juga kan manusia, mereka butuh piknik biar. Nah, Pantai Gading ini lah yang jadi destinasi mereka di Lombok. Khususnya yang tinggal di daerah Mataram.

pantai gading mataram lombok
Jogging di pantai asyik

Saya tahu keberadaan pantai ini karena selalu melewatinya saat berangkat maupun pulang dari tempat magang. Letaknya berada sekitar 100m dari jalan raya. Posisinya yang berada di sisi bagian barat Pulau Lombok menjadikannya spot yang tepat untuk menyaksikan sunset. Tapi saya mau menikmatinya dengan cara yang berbeda.

Kalau ke pantai itu kan biasanya parkir motor, jalan sedikit, udah deh sampai di pinggir pantai. Beda kalau naik gunung yang butuh perjuangan untuk sampai puncak. Sehingga ada rasa syukur, puas dan lega ketika berhasil mencapainya. Nah maka dari itu, supaya ke pantai ada rasa-rasa seperti itu saya putuskan untuk jogging. Setelah seminggu bolak-balik kos – tempat magang, menurut perkiraan saya, jarak dari kos ke pantai nggak begitu jauh dan juga nggak deket-deket amat. Jogging adalah pilihan yang tepat. Itung-itung olahraga.

Untuk memastikan jalannya, saya buka google maps sekalian pengen tahu jarak dari kos – pantai berapa kilometer. Pada google maps saya isi titik awal dengan alamat kos dan tujuannya saya ketik “Pantai Gading”. Begitu saya enter hasil yang keluar malah lintas benua. Gila aja siapa yang mau lari dengan jarak segitu jauhnya. Usut punya usut, ternyata titik destinasi yang terbaca oleh google maps adalah Pantai Gading yang ada di Afrika! Ngerjain emang nih google maps. Lari marathon aja nggak sampai lintas benua kan ya.

pantai gading mataram lombok
Kosan ke afrika!

Kemudian saya ganti pakai waze (semacam google maps). Untunglah si waze ini nggak nyasar ke Afrika. Jarak dari kos ke pantai pun akhirnya bisa saya ketahui. Jaraknya sekitar 5km, cocok! Jam 4 sore WITA saya berangkat sendiri meninggalkan Saifud yang memilih untuk molor saat saya ajak.

pantai gading mataram lombok
ini baru bener

Sebelum memasuki jalan raya, saya harus melewati sebuah kampung yang menurut obrolan Bapaknya Yogi dan tetangganya bahwa kampung itu dahulu adalah kampung maling. Ya, warga-warganya nggak punya profesi sehingga memilih jalan yang salah. Tapi itu dulu, sekarang mereka sudah kembali ke jalan yang benar alias tobat.

Belum berapa lama lari, ujung-ujung jari kaki saya terasa sakit. Ini kesalahan saya gara-gara nggak pakai kaos kaki, otomatis kaki langsung bergesekan dengan sepatu tanpa pelindung. Alhasil kaki saya lecet. Karena perih juga lari sambil nahan luka lecet, saya sesekali jalan kaki. Pada akhirnya malah banyak jalannya dari pada larinya. Hahaha!

pantai gading mataram lombok
Leyeh-leyeh dulu

Sesampainya di Pantai Gading, suasananya ramai banget. Anak muda, orang tua sampai bocah tumpah ruah di pantai yang garis pantainya cukup panjang ini. Sambil menunggu sunset saya berkeliling sambil memperhatikan suasana pantai, termasuk apa yang dilakukan orang-orang di sana. Ada yang renang, main pasir, main kano, main voli hingga yang pacaran juga banyak. Di pinggir pantai menjauh dari gigir pantai berjejer pedagang asongan yang menjajakan jajanannya. Ada juga warung-warung makan yang menjual ikan bakar. Dengan jumlah pengunjungnya yang ramai, saya yakin kalau pantai ini cukup populer bagi orang-orang asli Lombok. Khususnya yang tinggal di daerah setempat.

Setelah jajan dan berkeliling pantai, mataharinya tetap nggak mau turun. Sambil menunggu sunset, saya pilih untuk leyeh-leyeh. Saya tiduran di spot yang rada sepi. Ternyata tiduran di pasir pantai sambil memandangi langit sore dengan orkestra berupa suara ombak sungguh membuat pikiran saya rileks. Seolah masalah-masalah yang ada lenyap begitu saja. Suasana itu benar-benar bikin saya betah berlama-lama.

pantai gading mataram lombok
Rame pisan euy

pantai gading mataram lombok
Main voli pantai

pantai gading mataram lombok
Bisa juga nyangtai begini

Momen yang saya tunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Senja. Momen yang selalu dirindukan oleh para pencintanya. Sama seperti momen sunrise yang selalu dirindukan oleh para pencinta ketinggian. Tak ada kata-kata yang mampu menggambarkan bagaimana indahnya momen tenggelamnya matahari terjadi. Entah kenapa yang saya pikirkan kalau sunset itu identik dengan sesuatu yang romantis. Sekarang saya memang hanya sendirian menyaksikan momen sunset ini. Tapi nanti suatu hari kamu mau yah saya ajak melihat sunset di pantai? #eeaaa

Pada akhirnya meski kaki saya lecet-lecet, namun perjuangan saya berakhir manis. Jogging sejauh 5km untuk mengejar sunset memang nggak seberapa dibanding perjuangan mencari sunrise yang dilakukan di malam hari dengan waktu yang nggak sebentar. Meski pun keduanya adalah momen yang berbeda. Namun, ada satu persamaan. Sama-sama istimewa.

pantai gading mataram lombok
Berlayar di bawah langit senja


pantai gading mataram lombok
sunsetnyaaa

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment