Sunday, April 9, 2017

Bikin Paspor Mudah dan Cepat? Online Saja!


Selepas tahun 2017 ini kalau dilihat secara statistik jumlah tulisan saya menurun drastis. Hingga April (empat bulan jalan) saya baru meluncurkan 2 tulisan saja. Bukannya saya udah jarang traveling sehingga nggak ada yang bisa diceritain. Traveling tetep jalan, tapi faktor malas nulis dan ada kesibukkan lain yang membuat blog ini terbengkalai. Maka dari itu saya mohon maaf karena jarang update blog belakangan ini ☹ heuheuheu..

Oke.. kali ini saya bukan mau posting tentang cerita perjalanan saya, tapi saya mau berbagi sedikit pengalaman. Jadi awal bulan Maret ini saya sempat traveling ke luar negeri, tepatnya ke negara tetangga yang masih satu rumpun melayu dengan Indonesia. Tapi sebelumnya saya mau tanya dulu nih, hal yang paling diperlukan untuk jalan-jalan ke luar negeri itu apa sih? Kalau duit mah udah pasti kan ya. Paspor! Yap, paspor diperlukan sebagai identitas diri saat berpergian ke luar negeri. Nah kali ini saya mau membahas pengalaman saya saat membuat paspor secara online.

Seperti kita tahu, untuk membuat paspor harus mengurusnya ke kantor imigrasi. Satu yang perlu diingat, kantor imigrasi di daerah mana pun akan selalu ramai! Ya saya bold, selalu ramai! Buat yang nggak suka ngantri dan lama menunggu (itu saya :v), hal ini adalah sebuah mimpi buruk. Bayangkan saja, kalau kita daftar secara offline dengan datang langsung ke kantor, antriannya bakal mengular. Apalagi kalau datangnya siang, jangan harap dapat giliran. Wong yang datang dari jam 4 pagi aja (kantornya aja belum buka cuy) kebagiannya lama. Tapi setahu saya ada kuotanya, sehingga per harinya terbatas.

Tuh kan rame (sumber foto disini)

Nah saya mau cerita aja nih waktu saya bikin paspor. Kalau mau tahu langkah-langkah gimana cara bikinnya tanya aja ke mang google, ketik dengan kata kunci “cara membuat paspor online” atau sejenisnya lah. Nanti banyak tuh website yang kasih tahu caranya. Cari yang paling lengkap informasinya, jelas dan enak dibaca!

Jadi saya bikin paspor itu bulan Januari 2017 lalu. Caranya daftar dulu secara online di website imigrasi.go.id, ngisi formulir yang berhubungan dengan identitas diri gitu. Setelah selesai ngisi formulir saya dapat email berupa surat pengantar ke bank. Itu kalau mau bayar lewat bank. Karena saya bayar lewat ATM, jadi nggak pakai begituan. Harga untuk paspor 48H dipatok Rp. 355.000 yang berlaku selama 5 tahun.

Halaman ke-48

Setelah melakukan pembayaran, saya buka lagi websitenya imigrasi untuk verifikasi pembayaran. Kemudian tinggal pilih jadwal untuk proses foto dan wawancara dari daftar yang tersedia. Kantor kanimnya sendiri sesuai yang dipilih saat proses mengisi formulir. Kalau saya sendiri karena di Kuningan Jawa Barat nggak ada kantor imigrasi, saya harus pergi ke Cirebon sebagai kantor kanim terdekat.

Pada hari H jadwal foto + wawancara saya nggak buru-buru berangkat ke kantor imigrasi. Pada jadwal yang saya dapat di email, waktu yang tercantum mulai dari jam 9 pagi. Seingat saya sih, lupa euy. Jadilah saya berangkat jam 8 dan sampai kantor jam 9 lebih lah. Setibanya disana, wuihhh seperti yang saya dengar dari orang-orang, kantornya rameee banget!

Saya bertanya-tanya untuk pemohon yang mendaftar secara online. Lalu saya dihadapkan pada seorang pegawai yang jutek abis. Saya diminta untuk menyerahkan berkas-berkas yang diperlukan, tapi caranya dia minta dan ngomong itu jutek, buaaanget. Nggak cuma ke saya, tapi ke pemohon yang lain juga. Kzl! Setelah menyerahkan berkas ke mbak yang jutek itu, saya dapat nomor antrian. Perlu diingat, antrian yang saya dapat ini untuk pemohon yang daftar secara online. Jadi beda sama antrian pemohon yang langsung datang ke kantor.

Ketika melihat nomor antrian, selisih nomor saya dengan nomor antrian yang sedang diproses hanya selisih belasan angka. Nggak sampai dua puluh. Awalnya saya pikir selisih segitu cuma nunggu sebentar, paling lama 1 jam lah. Eh ternyata nggak, 1 orang aja bisa sampai 20 menit. Alhasil saya yang nunggu dari jam 9, baru dapat giliran jam 1 siang. Dengan catatan jam 12 sampai jam 1 break dulu pelayanannya.

Perihal proses wawancaranya hanya sebentar, nggak sampai 5 menit. Pertanyaan yang diajukan seputar tujuan untuk bikin paspor itu apa, kalau saya jawabnya untuk traveling. Lalu ditanya sama siapa dan berapa lama. Saya juga sempat diminta kartu tanda mahasiswa ketika saya menjawab status saat ini adalah mahasiswa. Gitu doang sih, nggak ada pertanyaan-pertanyaan yang aneh dan spesifik. Setelah wawancara, proses selanjutnya adalah foto dan scan sidik jari. Proses selesai dan tinggal ambil paspor dalam waktu 3 hari ke depan! :D

Untuk pengambilan paspor nggak pakai lama, tinggal menyerahkan lembaran yang diberikan saat proses wawancara pada loket khusus untuk ambil paspor. Setelah itu nunggu sekitar 10 menit dan paspor pun bisa dibawa pulang :))

Ada loketnya sendiri (sumber foto disini)

Yah, seperti itu kiranya ketika saya bikin paspor secara online. Emang sih agak ribet harus buka website dan isi form ini itu. Tapi kalau menurut saya itu lebih baik dari pada langsung datang ke kantor imigrasi dan menungggu selama berabad-abad. So, mau bikin paspor? Online aja! Tapi kalau mau secara offline juga nggak apa-apa sih, asal jangan ke calo!

Okeh gitu aja, thanks guys :D

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment